Tadeus Yudas Bukan Iskariot

Published on July 13, 2026 at 1:02 AM

Pendahuluan

Tadeus adalah salah satu rasul yang identitasnya paling membingungkan bagi banyak pembaca Kitab Suci, karena ia disebut dengan beberapa nama berbeda dalam Injil — namun Tradisi Gereja mengenalnya sebagai rasul yang mengajukan salah satu pertanyaan paling menyentuh kepada Kristus tentang bagaimana Ia menyatakan diri-Nya kepada orang percaya.

Nama dan Identifikasi

Dalam Injil Matius dan Markus, rasul ini disebut "Tadeus" (Matius 10:3; Markus 3:18), namun dalam Injil Lukas dan Kisah Para Rasul ia disebut "Yudas anak Yakobus" (Lukas 6:16; Kisah Para Rasul 1:13). Karena persamaan nama dengan Yudas Iskariot, Injil Yohanes secara khusus mencatatnya sebagai "Yudas yang bukan Iskariot" (Yohanes 14:22) — sebuah klarifikasi yang menunjukkan betapa pentingnya membedakan kedua sosok ini agar tidak tertukar. Beberapa tradisi kuno juga menyebutnya "Lebeus," sehingga secara keseluruhan ia dikenal dengan tiga nama berbeda: Tadeus, Yudas anak Yakobus, dan Lebeus — kemungkinan mencerminkan kebiasaan pada masa itu di mana seseorang bisa memiliki lebih dari satu nama panggilan.

Pertanyaan yang Melahirkan Jawaban tentang Kasih

Pada Perjamuan Terakhir, ketika Kristus berbicara tentang bagaimana Ia akan menyatakan diri-Nya kepada murid-murid namun tidak kepada dunia, Tadeus bertanya, "Tuhan, apakah sebabnya Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?" (Yohanes 14:22). Pertanyaan yang jujur ini menunjukkan kerinduannya untuk memahami cara kerja Kerajaan Allah — mengapa wahyu Kristus tidak dinyatakan secara universal dan spektakuler, melainkan secara personal dan intim.

Yesus menjawab, "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku, dan Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia" (Yohanes 14:23). Jawaban ini menjadi salah satu pengajaran terpenting tentang bagaimana Allah menyatakan diri-Nya bukan lewat kemegahan lahiriah, melainkan lewat kasih dan ketaatan yang tulus dari hati yang percaya — sebuah wahyu yang lahir justru dari pertanyaan rasul yang jarang tampil ini.

Karya Misi

Menurut Tradisi Gereja, Tadeus mewartakan Injil di Yudea, Samaria, Idumea, Suriah, Mesopotamia, dan yang paling dikenang, Armenia — di mana ia bersama Rasul Bartolomeus dihormati sebagai salah satu dari dua rasul pendiri Gereja Apostolik Armenia. Karena itu, Tadeus dan Bartolomeus sering disebut bersama sebagai "Rasul Pertama Armenia" dalam Tradisi Gereja Armenia, yang menjadikan kekristenan sebagai agama resmi negara pertama di dunia.

Sebuah tradisi kuno yang tercatat sejak abad ke-4 (dikenal sebagai kisah Abgar) juga mengaitkan Tadeus dengan penyembuhan dan pertobatan Raja Abgar dari Edessa, yang menurut kisah ini menerima surat dan gambar Kristus sebelum akhirnya dikunjungi dan disembuhkan oleh salah satu dari tujuh puluh murid Kristus, yang oleh sebagian tradisi dikaitkan atau disamakan dengan pelayanan Tadeus di wilayah tersebut.

Murid-Murid dan Warisan Pengajaran

Menurut tradisi kisah Abgar, Raja Abgar dari Edessa yang disembuhkan dan dibaptis menjadi salah satu tokoh penting yang meneruskan iman Kristen di kerajaannya, menjadikan Edessa salah satu pusat kekristenan tertua di luar wilayah Yudea. Di Armenia, Tadeus bersama Bartolomeus menahbiskan penatua-penatua lokal, meletakkan fondasi kepemimpinan bagi Gereja Apostolik Armenia yang bertahan hingga hari ini. Salah satu murid yang dikaitkan dengan pelayanannya adalah Santo Addai (juga disebut Tadeus dari Edessa dalam beberapa tradisi Siria, meski beberapa sejarawan membedakannya dari Tadeus rasul), yang meneruskan pelayanan di wilayah Mesopotamia sesudahnya.

Detail Kehidupan dan Kemartiran

Menurut Tradisi Gereja, Tadeus mengalami kemartiran di Armenia atau Persia — beberapa sumber menyebut ia dipukuli dengan tongkat hingga wafat, sementara sumber lain mencatat ia dipanah atau ditombak oleh para imam penyembah berhala yang marah karena pengajarannya berhasil membawa banyak orang, termasuk keluarga kerajaan setempat, kepada iman Kristen.

Ikonografi dan Penghormatan Liturgis

Dalam ikonografi Ortodoks, Tadeus digambarkan sebagai pria dengan janggut pendek, kadang memegang gambar wajah Kristus (merujuk pada tradisi Abgar) atau tombak sebagai lambang kemartirannya. Hari rayanya diperingati Gereja Ortodoks setiap 21 Agustus (bersama Bartolomeus dalam beberapa kalender) dan 19 Juni.

Makna Spiritual

Tadeus mengajarkan bahwa pertanyaan yang jujur tentang cara kerja Allah — mengapa Ia tidak menyatakan diri secara terbuka kepada semua orang — bukanlah tanda kurangnya iman, melainkan bisa menjadi pintu menuju pemahaman yang lebih dalam tentang kasih Allah yang bekerja secara personal dan intim, bukan melalui kemegahan lahiriah semata.

Penutup

Dari seorang rasul yang jarang disebut namanya, Tadeus menjadi salah satu pendiri Gereja Armenia dan penerima salah satu jawaban Kristus paling mendalam tentang kasih dan kehadiran Allah. Namanya yang berulang kali diklarifikasi "bukan Iskariot" adalah pengingat bahwa identitas sejatinya terletak bukan pada apa yang membedakannya dari sang pengkhianat, melainkan pada kesetiaannya sendiri kepada Kristus.

Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku — jawaban Kristus yang lahir dari pertanyaan jujur seorang rasul yang sering terlupakan.